Comments

Juknis Pengisian Blangko Ijazah Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 2017

Badan Penelitian dan Pengembanagan  (Balitbang)  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan Petunjuk Teknis  Pengisian Blangko Ijazah Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun Pelajaran 2016/2017. Petunjuk teknis pengisian ijazah tertuang  dalam lampiran III PerkaBalitbang Nomor : 018/H/EP/2017  Tanggal : 6 April 2017.
alt
Juknis Pngisian Ijazah TP.2016/2017

Adapun Petunjuk Teknis Pengisian Ijazah sebagai berikut:

A.  PETUNJUK UMUM
1.  Ijazah untuk SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK,  SPK, Paket A, Paket B,  dan Paket C diterbitkan oleh satuan pendidikan yang bersangkutan.

2.  Terdapat  tiga  jenis  Ijazah  yaitu;  Ijazah  untuk  sekolah  yang  menggunakan  Kurikulum 2006,  Ijazah untuk sekolah yang menggunakan 2013, dan Ijazah untuk  satuan pendidikan kerjasama  (SPK). Perbedaan  tersebut  terletak pada Daftar Nilai  yang  terletak  di  halaman  belakang  dan  kode  blangko  yang  terletak  di  halaman  muka. 

 Contoh Kode Blangko


3.  Ijazah  terdiri  dari  2  muka  dicetak  bolak-balik,  dimana  identitas  dan  redaksi  di  halaman muka, hasil ujian/daftar nilai ujian di halaman belakang. 


Silakan unduh: 
~juknis pengisian ijazah Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah (di sini)
~Perka Balitbang SHUN (di sini)

4.  Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK, diisi oleh panitia penulisan  Ijazah yang dibentuk Kepala Sekolah.

5.  Ijazah  Paket  A,  Paket  B,  dan  Paket  C  diisi  oleh  panitia  penulisan  Ijazah  yang  dibentuk oleh Kepala SKB/Ketua PKBM.

6.  Pengisian  Ijazah menggunakan  tulisan  tangan   dengan  tulisan huruf   yang benar,  jelas,  rapi, bersih, dan mudah dibaca menggunakan  tinta warna hitam yang  tidak  mudah luntur dan tidak mudah dihapus. Dalam kondisi tertentu dapat diisi dengan sistem  komputer (dicetak).

7.  Jika  terjadi  kesalahan  dalam  pengisian,  Ijazah  tidak  boleh  dicoret,  ditimpa,  atau  dihapus  (tipe-ex), melainkan  harus  diganti  dengan  blangko  yang  baru.  Untuk  itu  perlu kehati-hatian dalam penulisan.

8.  Ijazah  yang  mengalami  kesalahan  pengisian  disilang  dengan  tinta  warna  hitam  pada kedua sudut yang berlawanan pada halaman muka dan belakang. 

a.  Setelah  seluruh  pengisian  Ijazah  selesai,  Ijazah  yang  salah  tersebut dimusnahkan dengan disertai berita acara pemusnahan.
b.  Berita  acara  pemusnahan  Ijazah  SD,  SDLB,  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  SMK 
ditandatangani oleh Kepala Sekolah yang disaksikan oleh pihak kepolisian.
c.  Berita acara pemusnahan Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C ditandatangani  oleh Kepala SKB/Ketua PKBM yang disaksikan oleh pihak kepolisian.

9.  Sisa  blangko  Ijazah  SD,  SMP,  Paket  A,  Paket  B,  dan  Paket  C  yang  terdapat  di
satuan  pendidikan,  diserahkan  kembali  ke  Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota
dengan  disertai  berita  acara  yang  ditandatangani  oleh  Kepala  Sekolah/Kepala
SKB/Ketua PKBM dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat yang
mewakili.

10. Sisa  blangko  Ijazah  SMA,  SMK,  SDLB,  SMPLB,  SMALB  yang  terdapat  di sekolah,
diserahkan  kembali  ke  Dinas  Pendidikan  Provinsi  melalui  Dinas  Pendidikan
Kabupaten/Kota  dengan  disertai  berita  acara  yang  ditandatangani  oleh  Kepala
Sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat yang mewakili.

11. Sisa blangko Ijazah SD, SMP, Paket A, Paket B, dan Paket C yang terdapat di Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota  dapat dimusnahkan  setelah 6  (enam) bulan  terhitung
sejak  jadwal  pengisian  Ijazah  dengan  disertai  berita  acara  pemusnahan  yang
disaksikan  oleh  pejabat  Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota  atau  pejabat  yang
mewakili.

12. Sisa  blangko  Ijazah  SMA,  SMK,  SDLB,  SMPLB,  SMALB  yang  terdapat  di  Dinas
Pendidikan  Provinsi  dapat  dimusnahkan  setelah  6  (enam)  bulan  terhitung  sejak
jadwal pengisian  Ijazah dengan disertai berita acara pemusnahan yang disaksikan
oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi atau pejabat yang mewakili.

13. Dalam hal ditemukan kesalahan penulisan dalam ijazah setelah sisa blangko ijazah
dimusnahkan,  maka  dapat  dibuat  ralat  dengan  diterbitkannya  surat  keterangan
oleh kepala satuan pendidikan yang bersangkutan.

14. Satuan  pendidikan/Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota  maupun  Dinas  Pendidikan
Provinsi tidak diperkenankan untuk menahan atau tidak memberikan ijazah kepada
pemilik Ijazah yang sah dengan alasan apapun.
Siswa pemilik  Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK  yang  sudah
pindah domisili, Ijazah dapat diambil ke Satuan Pendidikan yang menerbitkan, dan
untuk    Ijazah  Paket  A,  Paket  B,  dan  Paket  C  diambil  ke  Dinas  Pendidikan
Kabupaten/Kota yang menerbitkan.

PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN MUKA
1. BLANGKO IJAZAH SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, SMK, dan SPK.

a.  Angka  1  diisi  dengan  nama  sekolah  bersangkutan  yang  menerbitkan  Ijazah sesuai dengan nomenklatur
b.  Angka 2 diisi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional yang menerbitkan Ijazah.
c.  Angka 3 diisi dengan nama kabupaten/kota*)
 
* )
coret salah satu yang tidak sesuai
d.  Angka 4 diisi dengan nama provinsi.

e.  Angka  5  diisi  dengan  nama  siswa  pemilik  Ijazah  menggunakan  huruf
(KAPITAL).  Nama  harus  sama  dengan  yang  tercantum  pada  Akte
Kelahiran/Dokumen  Kelahiran  yang  sah  sesuai  dengan  peraturan  perundang-
undangan  atau  Ijazah  yang  diperoleh  dari  satuan  pendidikan  jenjang
dibawahnya.

f.  Angka  6  diisi  dengan  tempat  dan  tanggal  lahir  siswa  pemilik  Ijazah.  Tempat
dan  tanggal  lahir  harus  sama  dengan  yang  tercantum  pada  Akte
Kelahiran/Dokumen  Kelahiran  yang  sah  sesuai  dengan  peraturan  perundang-
undangan  atau  Ijazah  yang  diperoleh  dari  satuan  pendidikan  jenjang
dibawahnya.

g.  Angka 7 diisi dengan nama orang tua/wali siswa pemilik Ijazah.

h.  Angka  8  diisi  dengan  nomor  induk  siswa  pemilik  Ijazah    pada  sekolah  yang
bersangkutan seperti tercantum pada buku induk. 

i.  Angka 9 diisi dengan nomor  induk  siswa nasional pemilik  Ijazah. Nomor  induk
siswa nasional  terdiri atas 10 digit yaitu  tiga digit pertama  tentang  tahun  lahir
pemilik Ijazah dan tujuh digit terakhir tentang nomor pemilik Ijazah yang diacak
oleh sistem di Kemendikbud. 

j.  Angka  10  diisi  dengan  nomor  peserta  Ujian  Nasional  terdiri  atas  14  (empat
belas) digit sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta
Ujian Nasional dan sama dengan yang  tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional
(SHUN).  1  (satu) digit berisi  informasi  jenjang pendidikan, 2  (dua) digit  berisi
informasi tahun, 2 (dua) digit berisi informasi kode provinsi, 2 (dua) digit berisi
informasi  kode Kabupaten/Kota,  3  (tiga) digit berisi  informasi  kode  sekolah, 3
(tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi
validasi.  Khusus  Untuk  Ijazah  SD  dan  SDLB,  angka  10  diisi  dengan  nomor
peserta ujian sekolah.


k.  Angka 11 diisi dengan sekolah penyelenggara ujian sekolah. 
l.  Angka 12 diisi dengan sekolah penyelenggara ujian nasional. 
m.  Angka  12a  khusus  untuk  Ijazah  Pendidikan  Luar  Biasa  dengan  ketentuan
sebagai berikut: 

-  Untuk  SMALB  (kurikulum  2006)  diisi  dengan  jenis  ketunaan  peserta  didik,
yang  terdiri  dari  tunanetra,  tunarungu,  tunagrahita  ringan,  tunagrahita
sedang, tunadaksa ringan, tunadaksa sedang, tunalaras, dan tunaganda.  
-  Untuk  SDLB  dan  SMPLB  (kurikulum  2013)  diisi  dengan  jenis  kekhususan
peserta  didik,  yang  terdiri  dari  hambatan  penglihatan,  hambatan
pendengaran,  hambatan  berfikir,  hambatan  fisik,  autis,  dan  disabilitas
majemuk.

n.  Angka  13  diisi  dengan  nama  Kabupaten/Kota  tempat  penerbitan,  dilanjutkan
dengan  tanggal  (2  digit)  dan  bulan  ditulis  dengan menggunakan  huruf  (tidak
boleh  disingkat)  sesuai  dengan  tanggal  pengumuman  kelulusan  di  satuan
pendidikan.  

o.  Angka  14  diisi  dengan  nama  Kepala  Sekolah  dari  sekolah  bersangkutan  yang
menerbitkan Ijazah dan dibubuhkan tanda tangan. Bagi Kepala Sekolah pegawai
negeri sipil diisi dengan Nomor Induk Pegawai (NIP), sedangkan Kepala Sekolah
yang non pegawai negeri sipil diisi satu buah strip (-). 

Tambahan penjelasan: 
Dalam hal Kepala Sekolah berhalangan  tetap, dan belum ada kepala sekolah 
yang  definitif,  maka  dapat  mengacu  surat  BSNP  Nomor: 
0007/SDAR/BSNP/V/2012  tanggal  28  Mei  2012,  perihal  Penandatangan 
SKHUN dan Ijazah sebagai berikut: 
a) Ijazah dapat ditandatangani oleh Plt Kepala Sekolah yang memiliki jabatan 
fungsional guru, yang diberikan mandat oleh Bupati/Walikota; 
b)  bila  Plt  Kepala  Sekolah  tidak  memiliki  jabatan  fungsional  guru  maka 
Bupati/Walikota dapat menunjuk Wakil Kepala Sekolah yang memiliki jabatan 
fungsional guru, dengan memberi surat mandat. 

p.  Angka  15  dibubuhkan  stempel  sekolah  dari  sekolah  bersangkutan  yang 
menerbitkan Ijazah sesuai dengan nomenklatur.

q.  Angka 16 ditempelkan Pasfoto peserta didik yang  terbaru ukuran 3 cm x 4 cm 
hitam  putih  atau  berwarna,  dibubuhi  cap  tiga  jari  tengah  tangan  kiri  pemilik 
Ijazah serta stempel menyentuh pasfoto. 

Untuk lebih jelasnya silakan unduh 
~juknis pengisian ijazah (di sini)
~Perka Balitbang SHUN (di sini)

Demikian  informasi terkini terkait Juknis Pengisian Ijazah tahun Pelajaran 2016/2017 yang berhasil kami share kali ini. Silahkan like fanspage facebook kami dan tetap kunjungi situs kami di www.jendelasekolah.net. Kami senantiasa memberikan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat. Jika berkesan dengan info ni silakan bagikan pada link yang tersedia terimakasih.


loading...

Subscribe to receive free email updates:

Post a Comment

PENGUNJUNG JENDELA